Salam dari Saya
- pre agusta
- Terima kasih telah mengunjungi Blog saya. Hal penting dalam hidup,bahwa manusia harus terus berkembang dalam segala hal agar bisa berhasil dan selalu mawas diri. Oleh karena itu kami buat blog ini untuk berbagi tanpa harus menggurui. Semua orang punya kekurangan dan kelebihannya sendiri, dan akan menjadi lebih baik bila mau saling mengisi dan berbagi.
Jumat, 21 Oktober 2016
Doa
Hadiah terbaik dalam hidup adalah DOA.
Tuhan selalu menjawab Doa dengan karunia terindah
yang dahsyat dan kadang diluar nalar manusia.
Yg sukar dan mustahilpun akan terwujud
dengan DOA yg tulus tanpa henti.
Karena kalau Tuhan telah mengijabahi
tak ada sesuatupun yg bisa menghalangi.
KUN FA YA KUN
Terima kasih untuk semua yg telah
menghadiahi Doa yang tulus tanpa henti.
Saling mendoakan dalam kebaikan
akan membuat hidup ini indah
dan penuh kejutan yang menyenangkan.
Selasa, 18 Oktober 2016
Everyone has a chapter
Kamis, 11 Oktober 2012
Dengan bangga para ahli tersebut memamerkan bollpoint canggihnya ke Astronot “saingannya” yang berasal dari Rusia. Namun diluar dugaan, Astronot Rusia sama sekali tidak takjub dengan bollpoint canggih tersebut, karena mereka tidak pernah punya masalah dalam hal menulis di ruang angkasa karena selama ini mereka memakai PENSIL…!!, yang jauh lebih murah dan efektif.
Gampang susahnya pengatasan suatu masalah sangat tergantung bagaimana kita merumuskan masalah itu sendiri. Perumusan masalah yang terburu-buru akan menghasilkan solusi yang rumit, kompleks dan mahal, sebaliknya perumusan masalah yang komprehensif sering kali menghasilkan solusi yang sederhana dan mudah.
Rabu, 13 Juli 2011
Ketupat atau Kupat
Selasa, 01 Februari 2011
"Soul-mate"
Cerita diatas tentunya hanya legenda, tetapi nilai yang bisa didapatkan adalah manusia untuk bisa kuat dan sukses tidak bisa berjalan sendiri tetapi harus ditemani soul-mate atau pasangan hidup atau belahan jiwanya.
Pada dasarnya soul-mate adalah teman berbagi dikala susah dan senang, bisa saling membantu dengan tulus, saling empati, saling memberi dan saling menguatkan.
Dan Memang kenyataannya jika manusia mau bersinergi, maka kekuatannya bisa tambah berlipat-lipat. Banyak sekali orang yang tiba-tiba berani dan bersemangat hanya karena bertemu dengan seseorang yang bisa mengerti dirinya, demikian pula orang bisa begitu frustasi atau malah bunuh diri hanya karena berpisah atau ditinggalkan seseorang yang sangat dikasihinya.
Orang yang sudah menemukan soul-mate-nya akan menjadi insan yang tegar dan sukses dalam menjalani kehidupan. Karena seperti cerita yang ada, jika dua orang bersatu menjadi soul-mate maka seakan punya tangan 4, kaki4 dan kepala dua!!!.
Umumnya Soul-mate atau belahan jiwa ini diterjemahkan menjadi pasangan hidup atau teman setia.
Soul-mate bisa dibangun dengan memupuk kasih sayang dan saling pengertian , sehingga masing – masing bisa saling melengkapi. Seperti bergabungnya dua orang yang masing-masing bersayap sebelah kemudian saling berpelukan menjadi dua orang yang bersayap lengkap – kanan dan kiri- sehingga bisa terbang tinggi jauh ke cita-cita dan harapan.
Seperti kata Luciano de Crescendo : “ Kita semua sebenarnya lebih mirip burung yang bersayap sebelah. Dan hanya bisa terbang kalau berpelukan erat-erat bersama orang lain.”
Mulai sekarang peluklah dengan erat teman setia atau pasangan hidup kita, jangan biarkan mereka terlepas dan terberai akibat egoisme dan emosi sesaat. Percayalah, “pelukan” itu akan menjadikan kita kuat dan tak terkalahkan oeh siapapun, termasuk oleh Dewa Zeus sekalipun..
31 januari 2011
Rabu, 22 Desember 2010
IBU PERTIWI
Karena demikian mulianya peran Ibu, maka sampai dibuat hari khusus untuk Ibu setiap 22 Desember .
Dengan segala jasanya, kita wajib membahagiakan Ibu, jangan membuatnya sedih, menangis apalagi merana. Karena jika itu terjadi maka kita bisa disebut sebagai anak durhaka, sebutan yag sangat dibenci semua orang dan neraka balasannya.
Dalam kosa kata Indonesia nama Bumi di sinonimkan dengan Ibu Pertiwi. Artinya kita juga harus menghormati Bumi seperti halnya Ibu.
Layaknya ibu Kandung maka Ibu pertiwi juga harus dijaga,
• jangan membuat Ibu pertiwi terluka karena tanahnya digali dan ditambang tanpa tekendali sehingga kulit Ibu pertiwi terlihat meradang dan berlubang.
• Jangan Membuat ibu pertiwi banjir tangis akibat hutan yang ditebang tanpa rasa.
• Jangan membuat Ibu pertiwi merana akibat polusi dan suhu panas yang membara karena rusaknya Ozon di udara.
Buatlah ibu pertiwi tertawa dan bahagia dengan merawat hutannya, menjaga kejernihan airnya dan kebersihan udaranya.
![]() |
| Ibu Pertiwi Menangis |
Sekarang indonesia banyak mengalami bencana,mulai Banjir Wasior, Gempa tsunami di mentawai dan erupsi merapi , mungkin ini semua karena kita telah banyak membuat sedih ibu pertiwi dengan tindakan-tindakan kita yang merusak lingkungan dan hutan.
Untuk kebahagiaan dan ketentraman jiwa raga sudah sewajibnya kita harus menghormati dan menyayangi “dua” Ibu kita, yaitu IBU KANDUNG dan IBU PERTIWI, yang satu telah melahirkan hidup kita, sedang yang satunya telah memberikan tempat untuk hidup kita.
Selamat hari Ibu dan selamat melanggengkan hutan di Ibu Pertiwi tercinta.
Desember 22 , 2010
(Foto diambil dari : www.antaranews.com dan http://utamidessy.wordpress.com/)
Senin, 22 November 2010
Optimisme dan Bencana
Banyak orang bingung menafsirkan apakah bencana ini ujian atau hukuman. Yang berpikir terang mengatakan ini adalah ujian artinya kalau kita ingin menjadi lebih baik harus diuji dulu, seperti kalau kita mau naik kelas harus melalui Ujian. Ujian memang melelahkan tetapi kalau berhasil maka kita akan naik kelas atau meningkat mutu kehidupannya. Namun ada pula yang berpikir bencana ini adalah Hukuman karena kita telah berbuat salah oleh karena itu kita harus segera memperbaiki kesalahan yang ada. Lepas mana yang benar, menurut saya lebih baik kita melihat bencana ini sebagai tantangan untuk dihadapi yang dapat menjadikan kita lebih baik dan lebih kuat.
Kita masih ingat peristiwa bencana petambang yang terjebak di perut bumi di Chile, dengan segala daya Usaha, masyarakat Chile bisa merubah bencana menjadi keberhasilan dan kebanggaan, sehingga hampir semua manusia di dunia tahu siapa nama Presiden Chile: Sebastian Pinera. Malah dengan bencana ini juga bisa merangsang terjadinya inovasi , yaitu pembuatan Kapsul Penyelamat, yang memadukan berbagai teknologi secara cepat, termasuk dari NASA.
Namun Disisi lain bencana Gempa di Haiti, justru berakhir dengan wabah Kolera yang mematikan, ditambah perang saudara dan perebutan kekuasaan.
Dari dua hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Bencana akan berakhir dengan baik atau tidak sangat tergantung sikap manusia yang menghadapinya.
Kembali ke Indonesia, dalam menghadapi bencana ini kita harus bisa merubahnya menjadi kekuatan dan kearifan, dan ini hanya bisa terjadi jika kita semua mempunyai optimisme dan rasa kebersamaan.
Siapa tahu dengan Bencana dan cobaan ini bisa muncul inovasi-inovasi baru, seperti halnya Kapsul penyelamat di Chile..
Bukankah sejarah membuktikan bahwa bencana dan cobaan dapat melahirkan pemimpin dan pemikir yang tangguh. Orang tidak akan mengenal W.Churchill dan FD Roosevelt kalau tidak ada Perang dunia, dan Mahatma Gandhi tidak akan muncul jika tidak ada bencana kelaparan dan penindasan di India.
Jadi jangan terlalu bersedih dengan bencana dan cobaan, siapa tahu ini jalan dari Tuhan untuk melahirkan pemimpin dan pemikir yang mumpuni dan teruji , yang saat ini terasa makin langka di Indonesia.
22 November 2010
Jumat, 06 Agustus 2010
Jujur - Adil - Tegas.
Lepas dari benar tidaknya “cara- penyampaian dan motivasinya”, kata-kata yang ditulis sangat bermakna untuk disikapi dan urutan penulisannya-pun juga sangat logis : Jujur, adil dan Tegas.
Kita semua tahu ketegasan hanya bisa dijalankan dengan baik jika dasarnya keadilan, dan orang bisa berlaku adil kalau ada kejujuran di hatinya.
Orang yang ingin bersikap tegas tetapi tidak adil biasanya akan terjebak pada sikap “mau menang sendiri”, semua tindakannya tidak mau di debat atau didiskusikan karena ada sesuatu yang “ditutupi”, orang seperti ini sering menggunakan kata “pokoknya......” dan ketegasan seperti ini bisa menjurus ke diktator.
Sebaliknya orang yang bertindak tegas dengan dilandasi keadilan biasanya tidak tabu untuk didebat, karena bisa menjelaskan dasar dan alasan terbaik dari tindakannya.
Demikian Juga sikap adil sangat tergantung kejujuran hati, jujur dalam menilai mana yang benar dan mana yang salah, mana yang mampu dan mana yang tidak, mana yang berhak mana dan yang tidak.
Adil bukan berarti sama rata- sama rasa, tetapi adil adalah jika orang mendapatkan hak sesuai dengan usahanya, disinilah dibutuhkan kejujuran untuk menilai hak dan usaha yang telah dilakukan seseorang.
Kebijakan atau tindakan yang didasarkan kejujuran biasanya akan adil, karena tidak menganak-emaskan ataupun menganak-tirikan, semua didasarkan pada penilaian yang benar dan apa adanya.
Sepahit apapun keputusan atau kebijakan, asal didasari keadilan dan kejujuran, biasanya akan lebih dapat diterima. Dibandingkan kebijakan yang manis tetapi tidak jujur biasanya awalnya diterima tetapi akan memunculkan konflik dibelakangnya.
Tidak mengherankan jika semua ajaran agama mengajarkan pentingnya kejujuran. Kejujuran adalah sarana untuk introspeksi sehingga kita bisa menjadi lebih baik, menjadi lebih adil dan mejadi lebih tegas.
Menjelang bulan ramadhan ini, mari kita mulai jujur pada Tuhan, jujur pada diri sendiri dan jujur pada orang lain . Dengan ibadah puasa semoga kejujuran kita semakin terasah pada bulan yang suci ini, Amin
6 Agustus 2010, empat hari menjelang Ramadhan....
Selasa, 15 Juni 2010
Pilihan.....
Rabu, 03 Maret 2010
Diatas Langit masih ada langit
Senin, 22 Februari 2010
Bercermin pada air, "ngeli ning ora kenthir"
Minggu, 31 Januari 2010
Wisdom
Setelah 12 tahun dalam pembuangan, Pendawa memasuki tahun akhir hukumannya, yakni harus menyamar, agar tidak dikenali.
Diputuskan Pendawa akan tinggal di kerajaan Wirata tetangga Hastina. Arjuna menyamar menjadi kusir kuda bernama Wrahatnala, beruntung Wrahatnala bisa bekerja sebagai kusir/kais anak raja Wirata.
Di hari-hari akhir penyamarannya, tiba tiba ada kabar Kurawa berniat mencaplok Wirata menjadi jajahannya, untuk itu Kurawa telah mengirim pasukan guna menaklukan wirata yang dipimpin panglima andalannya : Dorna dan Adipati Karna.
Mendengar hal ini Wirata Panik, karena tahu kesaktian Durna dan Adipati Karna susah ditandingi. Putra Mahkota Wirata yaitu Pangeran Utara, yang dikusiri wrahatnala (samaran dari Arjuna) terlihat ragu, apakah mampu menghadapi panglima kurawa ini, dan ia memutuskan untuk lari saja.
Arjuna dalam hati dia tidak rela Kerajaan Wirata harus takluk ke Kurawa karena merasa itu tidak adil, namun kalau dia membantu pasti penyamarannya akan terbuka, artinya dia dan saudara-saudaranya harus di buang 12 tahun lagi . Bimbanglah hati Arjuna, namun nurani keadilannya lebih dia utamakan, akhirnya ia putuskan membela Pangeran Utara dan Kerajaan Wirata, meski taruhannya dia harus mengorbankan penyamarannya.
Dalam Peperangan akhirnya Kerajaan Wirata dengan bantuan Arjuna bisa menghalau Durna dan Adipati Karna.
Pada saat perang tanding menggunakan Panah, Durna dan Karna sempat terkejut ketika ada orang Wirata yg bisa menandingi dan mengunggulinya, dilihat cara memanahnya mereka berdua yakin dan tahu orng yang membantu Wirata adalah Arjuna.
Disini Dorna dan Adipati Karna bingung , apakah akan melaporkan bahwa penyamaran Arjuna telah diketahui kepada raja Kurawa, atau diam saja seakan akan tidak tahu apa yang terjadi.
Mereka memutuskan untuk tidak lapor ke Kurawa, dengan demikian penyamaran Arjuna tetap terjaga karena mereka tahu makin lama Arjuna dan Pendawa dibuang makin lama pula rakyat Hastina sengsara karena harus dipimpin Kurawa yg penuh angkara dan ketamakan.
Dalam Mahabharata, Dorna dikenal sebagai tokoh yg kurang baik tetapi saat untuk keadilan dan kepentingan yg lebih besar ternyata masih mempunyai Wisdom dalam nuraninya.
Arjuna, Adipati Karna dan bahkan Dorna mencontohkan kapan kita harus berani berkorban bahkan "sedikit berbohong" demi untuk keadilan dan kebenaran yang lebih besar.
Jangan sebaliknya, kita seakan mengagungkan "kejujuran" atau "kesucian" tetapi yang sebenarnya hanyalah ingin meninggikan ego, kemunafikan , kesombongan dan kepentingan sendiri tanpa mempedulikan kepentingan orang banyak.
Wisdom inilah yang membedakan orang yang matang dengan orang yang masih kekanak-kanakan.
Wisdom inilah yang membedakan pemimpin dengan orang yang mengaku bisa memimpin.
Dan Wisdom ini pulalah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya, karena satu-satunya kemampuan yang diberikan Tuhan kepada manusia dan tidak kepada makhluk lainnya adalah WISDOM.
Oleh karena itu Tuhan akan "tersenyum" dan memberkahi jika makin banyak pemimpin, negarawan, politikus, pengusaha, seniman, ilmuwan, mahasiswa, pedagang, pengamen dan lain lainnya, yang mau menggunakan Wisdom-nya.
Renungan, 31 Januari 2010
Kamis, 31 Desember 2009
Ganti Tahun
Kamis, 03 Desember 2009
"Walk in the Talk"
Rabu, 24 Juni 2009
Menang tanpa mengalahkan


Menang tanpa harus Mengalahkan
Disekitar kita saat ini banyak terjadi kompetisi politik. Namun yang disayangkan seringkali dalam kompetisi itu yang kalah tidak mau mengakui kekalahannya dan yang menangpun merasa congkak seakan hanya dialah yang paling berharga dengan menafikkan yang lain.
Akibatnya bisa diduga setiap kompetisi diakhiri saling protes dan kericuhan berkepanjangan, meski awalnya semua berjanji siap kalah dan siap menang.
Kompetisi atau persaingan sebenarnya bukan semata mencari yang menang dan kalah tetapi mencari sesuatu yang lebih baik bagi semuanya. Jika prinsip ini di anut maka kompetisi akan berlangsung sehat; karena diyakini yang menang atau yang kalah sama-sama berperan mencari sesuatu yang lebih baik.
Pemenang akan menghormati yang kalah, sedang yang kalahpun tidak merasa terhina karena dia juga ikut berperan dalam proses membangun sesuatu yang lebih baik bagi semua
Disamping itu, yang kalah tidak perlu kecewa karena sebenarnya dia juga berperan penting ”mengantarkan” terciptanya pemenang.
Bayangkan kalau suatu kompetisi hanya diikuti 1 orang pasti tidak akan ada pemenangnya. Demikian juga yang kalah bisa bangga, karena kemampuannya dapat menentukan kualitas pemenangnya . Dalam kompetisi yang pesertanya berkualitas buruk pasti pemenangnya-pun ikut buruk. Tetapi kalau semua peserta dan penantangnya berkualitas tinggi maka pemenangnya juga akan berkualitas lebih tinggi lagi.
Selama masa kompetisi politik ini ada baiknya mengingat pepatah jawa ” menang tanpa ngasorake” atau ”menang tanpa mengalahkan”, artinya menang untuk mencapai sesuatu yang lebih baik bagi semua, bukan untuk mengalahkan atau mempermalukan yang lain...., dengan prinsip ini bekas penantang bisa menjadi kolaborator yang tangguh sepeti halnya Obama dan Hillary...
Senin, 15 Juni 2009
always improve

Hidup ibarat roda berputar, kadang dibawah- kadang diatas, kadang gagal tapi sering pula berhasil. Kedua sisi hidup itu harus dihadapi. kita tidak boleh gampang terguncang karena cobaan dan tidak pula congkak karena keberhasilan. Pertanyaannya bagaimana kita bisa bersikap arif, baik kala diatas maupun kala terpuruk dibawah . Mungkin semboyan ”we are not the best but Always Improve” bisa menjadi alternatifnya.
Dengan berpegang pada prinsip ini, jika kita sedang terpuruk kita akan termotivasi karena keterpurukan ini diyakini bukan akhir segalanya tetapi masih ada esok untuk bisa lebih diperbaiki lagi ( we always improve…)
Demikian pula saat berhasil kita tidak terjebak dalam kecongkakan dan takabur karena dalam hati selalu tertanam bahwa kita belum yang terbaik, meski sudah berhasil tetapi ada yang lebih berhasil lagi sehingga apapun pencapaian saat ini masih bisa diperbaiki lagi, lagi dan lagi..
(we are not the best but we always improve..
Kamis, 21 Mei 2009
Ayah, anak dan kuda

Kisah Ayah, Anak dan Kuda
Cerita ini sebenarnya sudah lama, namun dengan situasi sekarang yang banyak “saling mengkritik” ada baiknya kita ingat lagi .
Alkisah ada seorang ayah dan anak yang pergi dengan seekor kuda, karena kudanya kecil si anak disuruh naik kuda dan si Ayah jalan kaki, seorang yang lewat “mengkritik” menganggap si anak kurang sopan karena membiarkan si Ayah jalan kaki sedang dia enak2 naik kuda, diikutilah kritik orang ini, namun tidk berapa lama ketemu orang lain dan mengkritik lagi karena dianggap si Ayah tidak berperikemanusiaan dengan membiarkan anaknya jalan kaki sedang dia yang lebih kuat malah naik kuda. Bingung dengan kritik yang ada akhirnya diputuskan keduanya tidak naik kuda dengan harapan tidak ada yang mengkritik lagi. Namun diluar dugaan ketika ketemu orang ketiga ternyata juga mengkritik dan menganggap dua orang ini bodoh karena punya kuda kok tidak dinaiki tetapi malah dibiarkan saja. Si Ayah dan Anak menjadi kebingungan mana sebenarnya yang benar??
Kalau direnungkan , kita tidak akan bisa memuaskan semua orang. Memang kritik harus diperhatikan tetapi tidak harus dikuti semua, dan yang penting harus mengikuti tujuan kita dengan melihat sumber daya yang kita punya...
(disarikan dari berbagai sumber)















